Cara Menulis Nama dan Gelar di Undangan Pernikahan dengan Benar

Nama adalah bagian undangan yang paling sering dibaca ulang, terutama oleh orang tua dan keluarga besar. Salah menempatkan gelar, lupa menulis "Almarhum", atau keliru menyapa tamu bisa membuat suasana jadi tidak enak. Panduan penulisan nama di undangan ini membantu kamu menyusun nama mempelai, gelar, orang tua, dan sapaan tamu dengan rapi dan sopan.
Urutan Nama Mempelai
Tidak ada aturan baku yang mengikat soal siapa yang ditulis lebih dulu, tetapi ada kebiasaan yang umum dipakai di banyak daerah:
- Acara diselenggarakan keluarga mempelai perempuan: nama mempelai perempuan ditulis lebih dulu.
- Acara ngunduh mantu atau diselenggarakan keluarga mempelai laki-laki: nama mempelai laki-laki ditulis lebih dulu.
- Acara bersama kedua keluarga: sepakati bersama, lalu konsisten di semua bagian undangan.
Yang terpenting adalah konsistensi. Jika di halaman sampul nama perempuan ditulis lebih dulu, urutan yang sama dipakai di bagian profil mempelai, nama orang tua, dan pesan WhatsApp.
Nama lengkap atau nama panggilan?
Kebanyakan undangan memakai dua versi: nama panggilan di sampul (misalnya "Sari & Bima") dan nama lengkap di bagian profil mempelai. Cara ini membuat sampul tetap ringkas, sementara tamu yang lebih tua tetap bisa mengenali nama lengkapnya.
Menulis Gelar Akademik Sesuai EYD
Gelar akademik boleh dicantumkan, boleh juga tidak. Jika dicantumkan, ikuti kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) agar terlihat rapi. Berikut poin-poin pentingnya.
1. Pakai koma antara nama dan gelar di belakang nama
Menurut kaidah penggunaan tanda koma dalam EYD, tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya. Koma ini membedakan gelar dari singkatan nama keluarga. Jika gelarnya lebih dari satu, setiap gelar juga dipisahkan koma.
- Benar: Siti Aminah, S.H., M.H.
- Kurang tepat: Siti Aminah SH MH
Koma ini bukan sekadar soal kerapian. Pedoman EYD memberi contoh bahwa "Siti Khadijah, M.A." berarti Siti Khadijah bergelar Master of Arts, sedangkan tanpa koma, "M.A." bisa dibaca sebagai bagian dari nama, misalnya singkatan nama keluarga. Hal ini penting jika mempelai atau orang tua punya nama marga, nama keluarga, atau gelar adat yang juga sering disingkat. Kalau ragu, tanyakan langsung kepada yang bersangkutan bagaimana nama lengkapnya biasa ditulis di dokumen resmi.
2. Titik di setiap unsur singkatan gelar
Pedoman singkatan dan akronim dalam EYD menyebutkan bahwa singkatan nama orang, gelar, sapaan, dan pangkat diikuti tanda titik di setiap unsurnya. Contohnya S.E., S.Kom., M.Si., dan M.Hum. Perhatikan juga huruf besar-kecilnya: dr. dengan huruf kecil adalah singkatan dokter, sedangkan Dr. dengan huruf kapital adalah singkatan doktor.
3. Gelar di depan nama tetap berhuruf kapital
Gelar kehormatan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang ditulis dengan huruf kapital di awal, sesuai kaidah penggunaan huruf kapital dalam EYD. Contohnya H. untuk haji, Prof. untuk profesor, atau Dr. untuk doktor yang ditulis di depan nama.
Haruskah gelar dicantumkan?
Ini pilihan pribadi dan keluarga. Beberapa pertimbangan:
- Jika satu mempelai mencantumkan gelar, sebaiknya mempelai lain juga, agar terlihat seimbang.
- Di sampul, gelar biasanya dihilangkan supaya desain tidak sesak. Gelar cukup ditulis di bagian profil mempelai.
- Untuk gelar orang tua, ikuti keinginan orang tua. Ada yang senang gelarnya ditulis, ada yang lebih suka sederhana.
Menulis Nama Orang Tua
Bagian ini paling sensitif, jadi tanyakan langsung kepada orang tua bagaimana mereka ingin namanya ditulis. Format yang umum dipakai:
Putri dari Bapak H. Ahmad Fauzi, S.Pd. dan Ibu Hj. Siti Rahmah
Putra kedua dari Bapak Bambang Irawan (Alm.) dan Ibu Sri Wahyuni
Beberapa hal yang perlu dicek:
- Anak keberapa. Sebagian keluarga suka menulis "putra pertama" atau "putri bungsu", sebagian lagi cukup "putra dari".
- Orang tua yang sudah wafat. Lazimnya ditambahkan keterangan (Alm.) untuk laki-laki dan (Almh.) untuk perempuan. Pastikan keluarga setuju dengan cara penulisannya.
- Orang tua yang bercerai atau menikah lagi. Diskusikan dengan hati-hati. Tidak ada format tunggal yang benar; yang penting semua pihak merasa dihormati.
- Ejaan nama. Salin dari dokumen resmi seperti kartu keluarga, terutama untuk nama dengan ejaan lama seperti "oe" atau "dj".
Sapaan untuk Tamu
Undangan digital dengan link personal menampilkan nama tamu langsung di halaman sampul. Karena itu, cara menuliskan sapaan perlu diperhatikan.
| Tamu | Contoh penulisan |
|---|---|
| Laki-laki yang lebih tua atau dihormati | Bapak Hadi Santoso |
| Perempuan yang lebih tua atau dihormati | Ibu Ratna Dewi |
| Teman sebaya atau tamu umum | Sdr. Lukman atau Saudara Lukman |
| Pasangan suami-istri | Bapak dan Ibu Hadi Santoso |
| Satu keluarga | Bapak Hadi Santoso sekeluarga |
| Teman dekat | Cukup nama panggilan, misalnya Dimas |
Singkatan seperti Yth. (yang terhormat) dan Sdr. (saudara) memakai titik di akhir. Di undangan yang ruangnya cukup, menulis lengkap "Bapak" dan "Ibu" biasanya terasa lebih hangat daripada singkatan.
Arti "dan keluarga" atau "sekeluarga"
Tambahan ini memberi sinyal bahwa anak-anak atau anggota keluarga lain ikut diundang. Jika acaramu terbatas, misalnya karena kapasitas tempat, cukup tulis nama tamu yang diundang saja tanpa tambahan apa pun. Tamu yang peka biasanya akan memahami maksudnya. Untuk tamu yang boleh membawa pasangan, kamu bisa menulis "Dimas & Pasangan".
Checklist Sebelum Undangan Disebar
- Ejaan nama mempelai sudah sesuai dokumen resmi.
- Gelar ditulis dengan koma dan titik yang benar, atau tidak ditulis sama sekali secara konsisten.
- Nama orang tua sudah dicek langsung oleh orang tua masing-masing.
- Keterangan Alm. atau Almh. sudah disepakati keluarga.
- Sapaan tamu sudah sesuai: Bapak, Ibu, Saudara, atau nama panggilan.
- Penulisan "sekeluarga" hanya untuk tamu yang memang diundang bersama keluarganya.
Pengecekan nama sebaiknya selesai sebelum kamu menentukan kapan menyebar undangan pernikahan, karena memperbaiki nama setelah undangan tersebar jauh lebih merepotkan. Untuk kalimat pembuka dan penutupnya, lihat contoh kata-kata undangan pernikahan.
Di Kitaberdua, kamu mengedit teks langsung di undangan dan membuat daftar tamu dengan link personal per nama, sehingga sapaan untuk setiap tamu bisa ditulis sesuai panduan di atas. Kamu bisa mencoba gratis dan merapikan semua penulisan nama sebelum undangan dibagikan, atau melihat dulu katalog tema undangan untuk memilih tata letak nama yang paling lega.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gelar haji ditulis di undangan?
Boleh, jika orang yang bersangkutan berkenan. Tanyakan dulu, karena sebagian orang lebih suka tidak mencantumkannya.
Bagaimana menulis dua gelar akademik?
Pisahkan dengan koma dan beri titik pada tiap unsur singkatan, misalnya Siti Aminah, S.H., M.H.
Lebih sopan menulis "Bapak" atau "Bpk."?
Keduanya dipakai, tetapi menulis lengkap "Bapak" biasanya terasa lebih hangat dan rapi di undangan.
Bolehkah memakai nama panggilan untuk tamu?
Boleh untuk teman dekat. Untuk keluarga besar, atasan, atau tamu yang dihormati, pakai sapaan dan nama lengkap.
Foto sampul: Aaron Burden di Unsplash



