Contoh Pesan WhatsApp Undangan Pernikahan untuk Keluarga sampai Guru

Undangan Digital··5 menit baca
Contoh Pesan WhatsApp Undangan Pernikahan untuk Keluarga sampai Guru

Link undangan sudah jadi, tapi begitu membuka chat ke om, tante, atau dosen pembimbing, jari mendadak ragu: harus mulai dari mana supaya sopan? Pesan WhatsApp undangan pernikahan memang jadi kesan pertama sebelum tamu membuka undangannya. Berikut template untuk berbagai kelompok tamu, lengkap dengan alasan di balik setiap kalimat supaya kamu bisa menyesuaikannya sendiri.

Anatomi Pesan Undangan yang Sopan

Pesan yang baik tidak harus panjang. Yang penting, tamu langsung paham siapa yang mengirim, apa maksudnya, dan kapan acaranya, bahkan sebelum mengetuk link. Susunannya kira-kira begini:

  1. Salam dan sapaan dengan nama. "Assalamu'alaikum, Bu Ratna" terasa jauh lebih personal daripada "Halo semua".
  2. Perkenalan singkat bila penerima mungkin tidak menyimpan nomormu, misalnya "Saya Dimas, putra Pak Hadi".
  3. Maksud pesan: kabar pernikahan dan permohonan doa restu atau kehadiran.
  4. Informasi inti: hari, tanggal, dan kota atau nama tempat. Ini berguna bagi tamu yang tidak sempat membuka link.
  5. Link undangan dan, bila ada, permintaan mengisi konfirmasi kehadiran.
  6. Penutup: terima kasih, permohonan maaf bila hanya mengundang lewat pesan, dan salam.

Ganti tanda kurung siku pada template di bawah dengan data acaramu.

Template untuk Keluarga Besar dan Orang yang Dituakan

Untuk pakde, bude, kakek-nenek, atau kerabat yang dihormati, pakai bahasa yang lebih halus dan sertakan permohonan maaf karena mengundang lewat pesan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Sapaan dan nama], semoga selalu sehat. Dengan memohon ridha Allah, kami bermaksud menyampaikan kabar bahagia pernikahan [nama mempelai] dengan [nama pasangan], yang insyaallah akan dilaksanakan pada [hari, tanggal] di [tempat]. Kami sangat mengharapkan doa restu serta kehadiran [sapaan] sekeluarga. Undangan lengkapnya dapat dibuka di sini: [link]. Mohon maaf kami menyampaikan undangan melalui pesan ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Untuk orang tua yang kurang terbiasa membuka link, sebaiknya juga telepon atau titipkan kabar lewat anak atau cucunya yang serumah.

Versi untuk tetangga dan lingkungan rumah

Tetangga biasanya ikut membantu di hari-H, jadi pesan untuk mereka boleh lebih akrab, tetapi tetap sopan. Kalau ada tradisi mengantar undangan dari rumah ke rumah, pesan ini bisa menjadi pelengkap, bukan pengganti.

Assalamu'alaikum, [sapaan dan nama]. Kami sekeluarga mohon doa restu atas pernikahan [nama mempelai] dengan [nama pasangan] pada [hari, tanggal] di [tempat]. Kami sangat senang bila [sapaan] sekeluarga berkenan hadir. Undangannya bisa dibuka di sini: [link]. Terima kasih, dan mohon maaf bila nanti ada keramaian di sekitar rumah. Wassalamu'alaikum.

Template untuk Teman dan Sahabat

Dengan teman seumuran, nada boleh lebih santai. Tetap sebut nama dan sisipkan sesuatu yang personal agar tidak terasa seperti pesan massal.

Hai [nama]! Ada kabar bahagia nih. Aku dan [nama pasangan] mau menikah pada [hari, tanggal] di [tempat]. Seneng banget kalau kamu bisa datang. Detail acara dan lokasinya ada di undangan ini ya: [link]. Kalau sempat, tolong isi konfirmasi kehadirannya supaya kami bisa siapkan tempat. Makasih banyak!

Versi untuk grup alumni atau grup hobi:

Halo teman-teman [nama grup], izin berbagi kabar bahagia. Aku akan menikah dengan [nama pasangan] pada [hari, tanggal] di [tempat]. Undangan dan lokasinya bisa dibuka di sini: [link]. Doa dan kehadiran kalian sangat berarti. Terima kasih!

Meski boleh mengirim ke grup, sahabat dekat sebaiknya tetap diundang lewat chat pribadi.

Template untuk Atasan dan Rekan Kerja

Untuk lingkungan kerja, pilih bahasa formal yang ringkas. Hindari emoji berlebihan dan kirim pada jam kerja yang wajar.

Selamat siang, Bapak/Ibu [nama]. Mohon maaf mengganggu waktunya. Saya bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada acara pernikahan saya dengan [nama pasangan] yang akan dilaksanakan pada [hari, tanggal] di [tempat]. Informasi lengkap acara dapat dilihat pada tautan berikut: [link]. Merupakan kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu berkenan hadir. Terima kasih.

Untuk rekan satu tim, kamu bisa memakai versi teman di atas dengan sedikit penyesuaian. Kalau kantor punya grup resmi, tanyakan dulu apakah berbagi undangan pribadi di grup itu diperbolehkan.

Template untuk Guru, Dosen, dan Tokoh yang Dihormati

Guru masa sekolah atau dosen pembimbing mungkin sudah tidak mengingat namamu, jadi bantu mereka dengan perkenalan singkat.

Assalamu'alaikum, Bapak/Ibu [nama]. Semoga Bapak/Ibu dalam keadaan sehat. Saya [nama], murid Bapak/Ibu di [sekolah/kampus] angkatan [tahun]. Dengan penuh hormat, saya ingin menyampaikan kabar bahwa saya akan menikah dengan [nama pasangan] pada [hari, tanggal] di [tempat]. Kami mohon doa restu dan, apabila berkenan, kehadiran Bapak/Ibu. Undangannya dapat dibuka di sini: [link]. Terima kasih atas bimbingan Bapak/Ibu selama ini. Wassalamu'alaikum.

Kalimat terima kasih atas bimbingan terdengar sederhana, tetapi sering menjadi bagian yang paling diingat penerimanya.

Supaya Pesanmu Tidak Dianggap Spam

WhatsApp dan penerima sama-sama peka terhadap pesan yang terlihat massal. Beberapa kebiasaan ini membantu pesanmu diterima dengan baik:

  • Selalu sebut nama penerima. Undangan dengan link personal per tamu, seperti di Kitaberdua, sudah menampilkan nama tamu saat dibuka; padukan dengan sapaan nama di badan pesan.
  • Jangan hanya mengirim link. Pesan yang isinya cuma tautan mudah dikira penipuan, apalagi dari nomor yang tidak disimpan.
  • Kirim bertahap. Bagi daftar tamu menjadi beberapa kelompok dan kirim di hari yang berbeda, bukan ratusan pesan dalam satu jam.
  • Pilih jam yang wajar. Pagi menjelang siang atau sore setelah jam kerja biasanya aman. Hindari larut malam dan jam ibadah.
  • Balas setiap tanggapan. Ucapan selamat dan pertanyaan dari tamu layak dibalas, meski singkat.
  • Pengingat cukup sekali. Kirim pengingat singkat menjelang acara, tidak perlu berkali-kali.

Etika lain seputar menyebar undangan lewat ponsel bisa kamu baca di adab menyebar undangan online pernikahan. Kalau ingin kata pengantar di dalam undangannya juga senada, ambil inspirasi dari contoh kata-kata undangan pernikahan.

Mengirim satu per satu memang butuh waktu, tetapi tamu bisa merasakan bedanya. Di Kitaberdua, kamu bisa memasukkan daftar tamu tanpa batas jumlah, setiap nama mendapat link personal, dan undangan bisa langsung dikirim lewat WhatsApp. Coba gratis di sini, lalu tempel template di atas sebagai pesan pengantar. Belum punya undangannya? Ikuti dulu panduan membuat undangan digital di HP.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Sopankah mengundang pernikahan hanya lewat WhatsApp?

Untuk sebagian besar tamu, sekarang sudah lazim, terutama jika pesannya personal. Untuk orang tua, keluarga yang dituakan, atau tokoh tertentu, lengkapi dengan telepon atau kunjungan bila memungkinkan.

Bolehkah mengirim undangan lewat broadcast?

Boleh untuk kelompok tamu yang lebih luas, tetapi pesan broadcast tidak menyapa penerima dengan namanya sehingga mudah terasa massal. Untuk keluarga, sahabat, dan tamu yang dihormati, chat pribadi dengan sapaan nama tetap lebih baik.

Berapa lama sebelum acara pesan sebaiknya dikirim?

Beri waktu yang cukup agar tamu bisa mengatur jadwal, dan lebih awal lagi untuk tamu luar kota. Lalu kirim pengingat singkat menjelang hari-H.

Bagaimana kalau tamu tidak membalas?

Tidak perlu dikejar berkali-kali. Cukup satu pengingat sopan menjelang batas konfirmasi kehadiran, terutama bila kamu butuh angka untuk catering.

Foto sampul: Jonas Leupe di Unsplash

Artikel Lainnya