Contoh Kata Sambutan Pernikahan untuk Tuan Rumah dan Wakil Keluarga

Tips Pernikahan··5 menit baca
Contoh Kata Sambutan Pernikahan untuk Tuan Rumah dan Wakil Keluarga

Ditunjuk keluarga untuk memberi kata sambutan pernikahan sering terasa seperti kehormatan sekaligus beban. Kamu ingin terdengar sopan dan hangat, tapi tidak bertele-tele sampai tamu melirik jam dan hidangan keburu dingin.

Kabar baiknya, sambutan yang bagus tidak butuh kata-kata puitis. Yang dibutuhkan adalah struktur yang jelas, durasi yang pas, dan beberapa kalimat tulus. Di bawah ini ada kerangka dan contoh naskah yang bisa kamu ubah sesuai keluargamu.

Siapa yang Biasanya Memberi Sambutan

Dalam pernikahan di Indonesia, ada beberapa jenis sambutan yang lazim. Tidak semua harus ada; sesuaikan dengan adat dan skala acaramu.

Jenis sambutanBiasanya dibawakan olehIsi utama
Sambutan tuan rumah (shohibul hajat)Ayah mempelai, paman, atau tokoh keluargaMenyambut tamu, berterima kasih, memohon doa restu, meminta maaf atas kekurangan
Penyerahan calon pengantin priaWakil keluarga priaMenyampaikan maksud kedatangan dan menitipkan mempelai pria
PenerimaanWakil keluarga wanitaMenerima rombongan dan menyatakan kesediaan
Sambutan penutup atau terima kasihWakil keluarga atau mempelaiUcapan terima kasih kepada tamu dan panitia

Pada acara akad, sambutan penyerahan dan penerimaan biasanya berada di bagian awal sebelum ijab kabul. Urutannya bisa kamu lihat di panduan susunan acara akad nikah. Pada resepsi, umumnya cukup satu sambutan dari tuan rumah.

Struktur Sambutan yang Mudah Diingat

Hampir semua sambutan pernikahan bisa dibangun dengan lima bagian. Hafalkan urutannya, bukan kata per kata.

  1. Salam pembuka. Sesuaikan dengan agama dan audiens. Kalau tamunya beragam, salam umum seperti "selamat siang" bisa menyertai salam keagamaan.
  2. Penghormatan. Sebut tokoh yang hadir secara singkat: sesepuh, tokoh masyarakat, keluarga besar, lalu "hadirin yang kami hormati". Jangan membaca daftar nama terlalu panjang.
  3. Ungkapan syukur dan maksud. Satu atau dua kalimat tentang rasa syukur dan acara apa yang sedang berlangsung.
  4. Isi inti. Ucapan terima kasih, permohonan doa restu, dan bila perlu satu cerita singkat atau pesan untuk mempelai.
  5. Permohonan maaf dan penutup. Maaf atas kekurangan dalam penyambutan, lalu salam penutup.

Berapa Lama Sambutan Sebaiknya?

Sambutan yang paling diingat tamu justru yang singkat. Sebagai patokan praktis:

  • Sambutan tuan rumah di resepsi: sekitar tiga sampai lima menit. Tamu datang untuk mendoakan mempelai dan bersalaman, bukan mendengar pidato panjang.
  • Penyerahan dan penerimaan di akad: masing-masing sekitar dua sampai tiga menit, karena masih ada khutbah nikah, ijab kabul, dan doa.
  • Sambutan penutup: satu sampai dua menit sudah cukup.

Satu menit bicara dengan tempo santai kira-kira setara dengan satu paragraf sedang. Jadi, naskah sambutan tuan rumah idealnya tidak lebih dari tiga atau empat paragraf. Koordinasikan durasinya dengan MC dan susunan acara agar jadwal tidak molor. Kalau kamu sedang menyusun jadwal hari-H, gunakan panduan cara menyusun rundown acara pernikahan.

Contoh Sambutan Tuan Rumah di Resepsi

Naskah ini bisa dibawakan oleh ayah mempelai atau wakil keluarga. Ganti bagian dalam tanda kurung.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, Bapak, Ibu, dan saudara sekalian.

Yang kami hormati para sesepuh dan tokoh masyarakat, keluarga besar dari kedua mempelai, serta hadirin yang berbahagia.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya kita dapat berkumpul di acara resepsi pernikahan putri kami, (nama mempelai wanita), dengan (nama mempelai pria), putra dari Bapak (nama) dan Ibu (nama).

Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Kehadiran dan doa restu panjenengan adalah hadiah yang paling berarti bagi kami. Kami mohon doanya agar anak-anak kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kami menyadari dalam penyambutan hari ini tentu masih banyak kekurangan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Silakan menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Sambutan Wakil Keluarga saat Akad

Penyerahan dari pihak pria

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kami hormati Bapak (nama ayah mempelai wanita) beserta keluarga besar, Bapak penghulu, serta hadirin sekalian.

Perkenankan saya, (nama), selaku wakil keluarga Bapak (nama ayah mempelai pria), menyampaikan maksud kedatangan kami. Hari ini kami mengantarkan putra kami, (nama mempelai pria), untuk melangsungkan akad nikah dengan (nama mempelai wanita), sebagaimana yang telah disepakati kedua keluarga.

Kami titipkan ia untuk menjadi bagian dari keluarga Bapak dan Ibu. Bila ada kekurangan dari kami, mohon dimaafkan dan dibimbing. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penerimaan dari pihak wanita

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kami hormati rombongan keluarga Bapak (nama ayah mempelai pria) beserta hadirin sekalian.

Atas nama keluarga Bapak (nama ayah mempelai wanita), kami menyambut dengan gembira kedatangan rombongan. Maksud baik yang telah disampaikan kami terima dengan tangan terbuka. Semoga akad yang sebentar lagi berlangsung berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kedua keluarga.

Selanjutnya, acara kami serahkan kembali kepada pembawa acara. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Untuk keluarga non-muslim, struktur yang sama tetap berlaku. Cukup ganti salam dan ungkapan syukur sesuai keyakinan, misalnya "Salam sejahtera bagi kita semua" dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tips Membawakan Sambutan Tanpa Grogi

  • Tulis poin, bukan naskah penuh. Kartu kecil berisi lima poin struktur tadi lebih aman daripada membaca kertas panjang sambil menunduk.
  • Cek pelafalan nama. Tanyakan ejaan dan cara mengucapkan nama besan, sesepuh, dan mempelai sebelum acara. Salah menyebut nama orang tua mempelai akan lebih diingat daripada isi sambutannya.
  • Latihan sekali dengan pengatur waktu. Kalau lebih dari lima menit, potong cerita, bukan ucapan terima kasih.
  • Atur mikrofon dulu. Pegang sekitar sejengkal dari mulut. Minta tim sound system mengetes sebelum acara.
  • Hindari lelucon yang menyinggung. Candaan tentang mantan, berat badan, atau "cepat punya momongan" lebih sering membuat canggung.
  • Pakai bahasa yang dimengerti tamu. Bahasa daerah halus boleh, tetapi kalau banyak tamu dari luar daerah, selipkan bahasa Indonesia.

Siapa yang memberi sambutan sebaiknya sudah diputuskan sejak pembagian tugas keluarga, supaya tidak ada yang ditunjuk mendadak di hari-H. Lihat juga pembagian tugas panitia pernikahan untuk mengatur peran ini.

Setelah acara selesai, rasa terima kasih yang sama bisa kamu sampaikan lagi kepada tamu yang tidak sempat hadir lewat kolom ucapan atau pesan di undangan digital. Kalau kamu belum punya undangannya, kamu bisa membuat undangan digital gratis di Kitaberdua lengkap dengan RSVP dan daftar tamu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sambutan pernikahan harus memakai bahasa formal?

Tidak harus kaku. Bahasa sopan dan jelas sudah cukup. Untuk acara adat, ikuti bahasa yang biasa dipakai keluarga.

Siapa yang memberi sambutan jika ayah mempelai sudah tiada?

Biasanya kakak laki-laki, paman, atau tokoh keluarga yang dituakan. Bicarakan dengan ibu mempelai dan keluarga inti.

Bolehkah mempelai memberi sambutan sendiri?

Boleh, terutama di resepsi yang santai atau intimate. Isinya biasanya ucapan terima kasih kepada orang tua dan tamu.

Perlukah membaca daftar nama tamu penting satu per satu?

Cukup sebut dua atau tiga tokoh utama, lalu gunakan sapaan umum agar tidak ada yang merasa terlewat.

Foto sampul: Kane Reinholdtsen di Unsplash

Artikel Lainnya